AWAL DARI SEBUAH PERJALANAN
Jika diingat-ingat, sudah sejak lama aku ingin mengubah total penampilanku yang terlihat buruk ini. mungkin sejak aku SMA. namun hal itu hanya menjadi rencana belaka karena hal yang melatarbelakanginya adalah hal konyol yang akan lupa setelah aku memakan es krim.
aku masih ingat dengan jelas mengapa ide untuk mengubah total penampilan itu dapat mencuat dalam otakku. kala itu, sepulang sekolah, aku masih duduk di dalam kelas bersama dengan beberapa temanku untuk menunggu latihan ekstrakulikuler teater yang akan dimulai 3 jam lagi. masih lama memang, tapi, daripada pulang ke rumah yang membutuhkan waktu 2 jam pulang pergi, akan lebih baik jika menunggunya saja dan menghabiskan waktu untuk menonton film di laptop bersama teman-teman.
seorang temanku, Alya, merekomendasikan sebuah film yang menurutnya cukup seru untuk ditonton. Alya adalah seorang Movie Freak, ia juga merupakan salah seorang yang sudah menularkan virus movie freak kepadaku, selain kakak perempuanku.
aku, Alya, dan kedua temanku yang lainnya menonton sebuah film yang berasal dari Thailand. Film yang katanya cukup populer di negaranya. judulnya yaitu "FIRST LOVE : CREAZY LITTLE THING CALLED LOVE"
film itu menceritakan seorang perempuan buruk rupa dan tidak pintar bernama Nam, yang menyukai kakak kelasnya yang super ganteng dan populer di sekolahnya bernama Shone. karena cintanya yang besar itu, Nam berusaha untuk berubah agar dapat sebanding dan layak berpacaran bersama Shone.
yang menjadi fokusku kala itu, yaitu tekadnya untuk berubah, dan usaha demi usaha yang terus ia lakukan. aku cukup tergakum-kagum melihatnya. dimulai dari ia belajar merawat badannya, belajar berperilaku anggun, sampai belajar untuk memahami materi di sekolah agar ia menjadi pintar. dan setelah menonton itu, aku termotivasi untuk berubah. karena kufikir film itu sangat-sangat mirip denganku. hinga sepertinya, itu adalah film yang menceritakan diriku. bedanya, film itu memiliki ending, Nam, berhasil mengubah penampilannya dalam 3 tahun, sementara aku disini masih terlihat buruk untuk dipandang.
selang 1 tahun setelah menonton film itu (saat menonton, aku kelas 2 SMA) tak ada perubahan yang berarti untukku. niat awal untuk belajar lebih giat lagi perlahan memudar dan akhirnya aku kembali pada kebiasaanku yang pemalas. kufikir, mungkin akan lebih efektif jika aku melakukannya setelah kuliah nanti, karena akan ada banyak waktu untuk aku lebih memperhatikan penampilanku.
..dan pada akhirnya, tak ada sedikitpun perubahan yang kudapat. hanya niat saja yang tercetus tanpa eksekusi yang pasti. namun segalanya justru menjadi awal mula yang berarti untukku...
aku masih ingat dengan jelas mengapa ide untuk mengubah total penampilan itu dapat mencuat dalam otakku. kala itu, sepulang sekolah, aku masih duduk di dalam kelas bersama dengan beberapa temanku untuk menunggu latihan ekstrakulikuler teater yang akan dimulai 3 jam lagi. masih lama memang, tapi, daripada pulang ke rumah yang membutuhkan waktu 2 jam pulang pergi, akan lebih baik jika menunggunya saja dan menghabiskan waktu untuk menonton film di laptop bersama teman-teman.
seorang temanku, Alya, merekomendasikan sebuah film yang menurutnya cukup seru untuk ditonton. Alya adalah seorang Movie Freak, ia juga merupakan salah seorang yang sudah menularkan virus movie freak kepadaku, selain kakak perempuanku.
aku, Alya, dan kedua temanku yang lainnya menonton sebuah film yang berasal dari Thailand. Film yang katanya cukup populer di negaranya. judulnya yaitu "FIRST LOVE : CREAZY LITTLE THING CALLED LOVE"
film itu menceritakan seorang perempuan buruk rupa dan tidak pintar bernama Nam, yang menyukai kakak kelasnya yang super ganteng dan populer di sekolahnya bernama Shone. karena cintanya yang besar itu, Nam berusaha untuk berubah agar dapat sebanding dan layak berpacaran bersama Shone.
yang menjadi fokusku kala itu, yaitu tekadnya untuk berubah, dan usaha demi usaha yang terus ia lakukan. aku cukup tergakum-kagum melihatnya. dimulai dari ia belajar merawat badannya, belajar berperilaku anggun, sampai belajar untuk memahami materi di sekolah agar ia menjadi pintar. dan setelah menonton itu, aku termotivasi untuk berubah. karena kufikir film itu sangat-sangat mirip denganku. hinga sepertinya, itu adalah film yang menceritakan diriku. bedanya, film itu memiliki ending, Nam, berhasil mengubah penampilannya dalam 3 tahun, sementara aku disini masih terlihat buruk untuk dipandang.
selang 1 tahun setelah menonton film itu (saat menonton, aku kelas 2 SMA) tak ada perubahan yang berarti untukku. niat awal untuk belajar lebih giat lagi perlahan memudar dan akhirnya aku kembali pada kebiasaanku yang pemalas. kufikir, mungkin akan lebih efektif jika aku melakukannya setelah kuliah nanti, karena akan ada banyak waktu untuk aku lebih memperhatikan penampilanku.
..dan pada akhirnya, tak ada sedikitpun perubahan yang kudapat. hanya niat saja yang tercetus tanpa eksekusi yang pasti. namun segalanya justru menjadi awal mula yang berarti untukku...
Komentar
Posting Komentar